Rasa-rasanya
tidak..
Tidak
tahu.. Tidak percaya.. Tidak peduli..
Kecewa itu
selalu datang ketika aku percaya dan peduli.. Aku lelah..
Dia, yang
kata temanku menjaga perasaanku,
Menjaganya
dengan cara yang bahkan membuatnya tak lagi baik dimataku..
Dia, yang
kata temanku menjaga perasaanku,
Menjaganya
dengan cara yang bahkan membuatku tak lagi ingin memberikan tawaku untuknya..
Dia, yang
kata temanku menjaga perasaanku,
Justru
terlihat tanpa rasa karena ingkarnya..
Dia, yang
kata temanku menjaga perasaanku,
Justru
membuatku bersyukur karena caranya yang salah menjaga perasaanku..
Bersyukur
karena aku belum jatuh..
Bersyukur
karena aku masih logis..
Bersyukur
karena aku terbangun..
Bersyukur
karena aku belum jauh..
Dan
bersyukur,
Karena
hanya kepalaku yang kusandarkan,
Bukan hatiku
Karena
hanya tanganku yang kuberikan,
Bukan rasaku
Karena
peduliku yang kubagi,
Bukan kasihku
Dan karena
percayaku hanya kutitipkan,
Bukan kuberikan
Tentang
caramu yang salah,
Namun tak berhak kupersalahkan
Tentang
rasa yang hampir singgah,
Walau selalu kuminta enyah
Tentang
andai-andai
Tentang
kata kita
Tentang
segala asa yang kita nanti
Tentang
peduli yang selalu kita bagi
Tentang
masa dimana ada kata kita disana
Tentang aku
dengan tembokku yang tak tertembus
Tentang
kamu dengan pilarmu yang terlalu tinggi
Tentang
ego..
Tentang
rasa..
Tentang
kita yang sama-sama naif..
Tentang
kita yang seolah berlomba menahan rasa..
Tentang
kita..
Tentang
perlombaan bodoh, tanpa pemenang tanpa pecundang,
Kamu goyah
lalu pergi dan aku datar..
Lalu kita
kembali bodoh, sepeeti tak pernah terjadi apapun..
Karena ego
berkuasa diatas rasa..
Apa kita
akan berpura-pura hingga kita lupa jika kita sedang berpura-pura?
Apa kita
akan kembali lagi ke perlombaan bodoh itu?
Tentang
siapa yang menang..
Tunggulah
nanti,
Jika aku
masih sabar untuk duduk di sana..
Jika kamu
kembali tanpa niat untuk pergi lagi..
Saat pilar
tak lagi tercipta untuk penyangga..
Saat tembok
tak lagi tercipta untuk pembatas..
Saat kamu
tak lagi memilih pergi dengan emosi..
Saat aku
tak lagi masa bodo lalu berdiam bodoh..
Saat kita,
membawa rasa jauh diatas ego..
Tunggu nanti, -NIFTH-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar