Minggu, 04 Desember 2016

Minggu, 4 Desember 2016- 20.20

Ketika seseorang dengan jelas mengisyaratkan dia cemburu..
saat kita terlihat tak ada di pihaknya..
saat kita tak duduk di sebelahnya..
saat rasa tak enak semakin memperkuat enggan..
saat sesal tak reda hanya dengan maaf yang sebanyak apapun diucapkan tak memutar balik waktu..
saat dia memilih mundur dan pergi..
saat diam tak lagi jadi bisu..
saat tegas berubah parau..
mata yang hanya memerah menjadi berair..
maaf.. maaf.. maaf..
kuucap maaf hingga kata maaf itu tak lagi memiliki arti..
yang aku takut, jika kamu memilih mundur
yang aku tak ingin jika kamu benar-benar pergi..
yang aku tak mau, jika dilangkah ini tak ada lagi kamu..
kamu salah tangkap, kamu salah mengerti..
bukan membandingkanmu, aku hanya mencoba melindungimu
bukan kamu tak baik, tapi karena kamu yang terbaik..
aku mencoba melindungimu dari hal yang tidak kamu suka
aku mempertahankanmu disebelahku karena kamu yang terbaik..
maaf..
membuat dadamu berat..
maaf..
membuatmu parau..
maaf..
membuat matamu berair..
maaf..
membuatmu bicara lebih banyak..
terima kasih..
membuatku sadar bahwa walau koin adalah satu tetap memiliki dua sisi berbeda..
terima kasih..
membuatku tahu, bahwa aku tak bisa begitu saja menyebut orang lain untuk disandingkan denganmu..
terima kasih..
untuk jujurmu malam ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar