Saat langit
menutup cahaya matahari
Saat hangat
pelukan mentari berubah dingin menusuk tulang
Langit akan
menangis
Saat flash
cahaya Tuhan mencoba menakutiku bersama pasangannya dengan suara menggelegar..
Saat itulah
aku mengingatmu
Saat hitam menutup jingga ceria milik sang mentari..
Saat hangat
pelukan mentari menjelma menjadi dingin sesak ..
Saat flash
cahaya Tuhan mencoba menggertakku bersama suara menggelegarnya..
Dan saat air
suci milik Tuhan jatuh membasahi sudut-sudut bumi..
Saat itu aku
belum bisa merelakanmu..
Saat titik besar
air langit berjatuhan..
Saat
sepatuku mulai basah karena melangkah duluan..
Bajuku kuyup
karena tertinggal di belakang..
Saat
semuanya menggenang..
Sat itu juga
aku digenangi semua tentangmu..
Kamu.. Yang
memulai tanpa kata..
Lalu berkata
banyak..
Tiba-tiba
pergi tanpa kata..
Lalu tak
pernah berkata lagi..
Tak bisakah
kita seperti pertemuan kita?
Kamu..
Setiap
tulisanku..
Bayang wajah
pemeran utama dalam ceritaku..
Figur tokoh
utama dalam segala khayalanku..
Aku? Aku ini
siapamu?
Demi kamu,
Aku ingkar..
Saat tak
boleh memikirkanmu, aku memikirkanmu..
Saat tak
boleh merindukanmu, aku merindukanmu..
Demi aku,
Kamu apa?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar