Minggu, 05 Juli 2015

Siapamu?




Saat langit menutup cahaya matahari
Saat hangat pelukan mentari berubah dingin menusuk tulang
Langit akan menangis
Saat flash cahaya Tuhan mencoba menakutiku bersama pasangannya dengan suara menggelegar..
Saat itulah aku mengingatmu

Saat hitam menutup  jingga ceria milik sang mentari..
Saat hangat pelukan mentari menjelma menjadi dingin sesak ..
Saat flash cahaya Tuhan mencoba menggertakku bersama suara menggelegarnya..
Dan saat air suci milik Tuhan jatuh membasahi sudut-sudut bumi..
Saat itu aku belum bisa merelakanmu..

Saat titik besar air langit berjatuhan..
Saat sepatuku mulai basah karena melangkah duluan..
Bajuku kuyup karena tertinggal di belakang..
Saat semuanya menggenang..
Sat itu juga aku digenangi semua tentangmu..

Kamu.. Yang memulai tanpa kata..
Lalu berkata banyak..
Tiba-tiba pergi tanpa kata..
Lalu tak pernah berkata lagi..
Tak bisakah kita seperti pertemuan kita?

Kamu..
Setiap tulisanku..
Bayang wajah pemeran utama dalam ceritaku..
Figur tokoh utama dalam segala khayalanku..
Aku? Aku ini siapamu?

Demi kamu, Aku ingkar..
Saat tak boleh memikirkanmu, aku memikirkanmu..
Saat tak boleh merindukanmu, aku merindukanmu..
Demi aku, 
Kamu apa?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar